Ny. Betty Siahaan, Anggota Bhayangkari Daerah Sumut

21 Dec, 2017 | Kategori : Profil Anggota
Silalahi3

Di balik anak-anak yang hebat selalu ada ibu yang hebat. Dan di balik kesuksesan suami, ada istri yang hebat di sisinya.

Ungkapan bijak di atas, di saat kita merayakan Hari Ibu yang ke 89 tahun 2017 rasanya pas diberikan kepada salah satu anggota Bhayangkari Daerah Sumut, Ibu Betty Siahaan. Ibu Betty adalah istri AKBP DR. Maruli Siahaan, SH, MH (saat ini suaminya menjabat sebagai Wadirreskrium Polda Sumut).

Kenapa kita katakan Ibu Betty hebat dan super keren?  Ibu empat anak kelahiran Medan, 7 April 1967 ini berhasil mengantar ke empat anaknya lulus tes masuk Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Akademi Kepolisian (Akpol). Tiga anaknya sudah lulus dengan pangkat perwira muda di Angkatan Darat, Angkatan Udara dan di Kepolisian. Sementara si bungsu saat ini masih mengikuti pendidikan di Akmil di Magelang. Wow keren!

FOTO BU MARULI SIAHAAN

Yang juga membuat Ibu Betty hebat sebagai ibu adalah prestasi yang diraih anak-anaknya yang hebat. Dua anaknya ikut dalam tugas perdamaian dunia, tergabung dalam Pasukan Perdamian PBB. Anak pertamanya, Lettu Inf. Jimson Andre Siahaan, SST. Han.S yang berdinas di Brigade Infanteri Para Raider 17/Kujang 1 Kostrad mengharumkan nama bangsa dan negara, lolos seleksi dan ditugaskan di Pasukan Perdamaian PBB di Darfur, Sudan, Afrika. Jejak langkah si abang diikuti  jagoan si nomor dua, Lettu POM. Deddy Surya Putra Siahaan, SST. Han (tugas di Puspom TNI AU) yang saat ini membawa misi Merah Putih, tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Libanon.

Anak nomor tiga, Ipda Try Boy Alvin Siahaan S.Tr.K (Sarjana Terapan Kepolisian) saat ini bertugas di Polres Ngawi, Jawa Timur. Dan anak yang keempat, Ferry Cristianto Siahaan, Sersan Mayor Taruna, masih mengikuti pendidikan di Akmil Magelang di tingkat akhir.

Yang juga membanggakan sebagai seorang istri, ia mendukung suaminya, AKBP Dr. Maruli Siahaan, SH, MH (saat ini suaminya menjabat sebagai Wadirreskrium Polda Sumut) untuk meraih jenjang pendidikan gelar Strata 3 (S3) dari Universitas Brawijaya, Malang. “Sejak kami menikah 30 tahun yang lalu hingga saat ini, dan selamanya saya sebagai istri akan tetap mendampingi Bapak,” tekad Ibu Betty, yang merupakan ibu rumah tangga ini.

Berkisah tentang anak-anaknya, Ibu Betty mengatakan anaknya ada empat orang dan keempat anaknya laki-laki. “Saya harus ekstra sabar dan hati-hati mendidik keempat anak laki-laki saya. Selalu saya meluangkan waktu agar selalu bisa mendampingi anak-anak dikarenakan Bapak selalu sibuk dalam pelaksanaan tugas. Sejak anak-anak saya masih kecil, saya selalu mengarahkan dan membimbing mereka agar menjadi pribadi yang baik, rajin, patuh dan menghargai orang yang lebih tua,” papar Ibu Betty.

20151229_140804-1

Dalam mendidik dan mengantar anak dalam meraih cita-cita, menurut Ibu Betty, ia sangat terinspirasi dengan lagu Batak yang berjudul: Anakkon Hi, Do Hamoraon di Au. Lagu itu, papar Ibu Betty mengajarkan tentang bagaimana merawat dan mendidik anak dengan benar. Makna lagu Anakkon Hi, Do Hamoraoan  di Au menekankan bahwa pendidikan anak merupakan hal yang paling utama di atas segalanya. Tidak perlu beli baju baru, mainan atau perhiasan yang penting anak bisa sekolah setinggi-tingginya.

“Saya sangat terinspirasi dengan kata-kata tersebut karena harta dan kekayaan yang paling berharga di dunia ini buat saya adalah anak. Dan saya selalu berusaha menjadi ibu yang baik buat anak-anak saya, agar dapat menjadi panutan bagi mereka,” tandasnya.

Berkisah tentang anak-anaknya saat di sekolah, menurut Ibu Betty anak-anaknya sama seperti anak sebaya, menamatkan SD, SMP, dan SMA di sekolah umum. Yang membuatnya bersyukur anak pertama dan anak kedua sama-sama lulus dan masuk Akademi Militer dan AAU, dan disusul anak nomor tiga yang lulus masuk Akpol. Sedangkan si bungsu saat ini masih dalam pendidikan Akmil. Dari anak pertama hingga anak keempat saling termotivasi untuk masuk angkatan.

Untuk tumbuh kembang anak, setelah pulang sekolah, anak-anaknya diikutkan dalam berbagai kegiatan, misalnya les berenang, les sekolah, les bahasa Inggris, dll.

“Saya sangat bersyukur pada Tuhan karena keempat anak saya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berhasil. Puji Tuhan keempat anak saya saat ini sudah bekerja. Yang pertama lulus dari Akmil bertugas di Jakarta, yang kedua bertugas di Libanon, yang ketiga lulusan Akpol bertugas di Polres Ngawi dan yang keempat pendidikan di Akmil Magelang.”

Kepada anak-anaknya Ibu Betty memberi pesan, pertama, agar anak-anaknya tidak terpengaruh hal-hal yang negatif. Kedua, selalu mengingatkan anak-anaknya agar jangan salah pilih teman. Ketiga, agar selalu menggunakan medsos untuk hal yang bersifat posif dan jangan gampang percaya/terpengaruh terhadap berita-berita yang belum jelas kebenarannya.

Di akhir bincang-bincang dengan Redaksi, Ibu Betty menyampaikan selamat Hari Ibu ke 89 tahun 2017 untuk ibu yang ada di seluruh Indonesia. Jadilah ibu yang baik buat anak-anak kita dan selalu bimbing anak-anak kita menjadi pribadi yang baik. “Jadilah istri yang baik buat suami dan jadilah ibu yang baik buat anak-anakmu. Kunci kesuksesan setiap anak adalah kemampuan orang tua membimbing dan mendampingi anak-anak walau sesibuk apapun kita. Maka marilah kita para ibu, khususnya Bhayangkari menjadi pendamping suami sekaligus ibu yang baik bagi anak-anak kita,” pungkasnya.